The Station Of Forgotten Dreams

The Station Of Forgotten Dreams

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 2, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Shalina mengira ia hanya menaiki kereta terakhir untuk pulang. Namun malam itu, ia justru tiba di sebuah tempat yang tidak pernah ada di peta mana pun. Di sana, setiap kereta membawa mimpi-mimpi yang pernah ditinggalkan manusia. Mimpi yang nyaris padam, harapan yang terkubur, dan keberanian yang perlahan menghilang. Saat menelusuri stasiun misterius itu, Shalina dipertemukan kembali dengan dirinya yang dulu-gadis kecil yang berani bermimpi tanpa rasa takut. Sebuah kisah hangat tentang mimpi yang terlupakan, kesempatan kedua, dan keberanian untuk melangkah sebelum semuanya benar-benar terlambat. ✨ Because sometimes, the train you almost missed is the one that leads you back to yourself. - A Story By Alyssa Maudya N. -
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • My First Life, Rewritten
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Rumah Untuk Sang Tiran

(Bukan Novel Terjemahan) sinopsis cerita : Saat sedang lembur menyelesaikan novel sejarah favoritnya, Arga, seorang editor berusia dua puluh enam tahun, meninggal karena kelelahan. Ketika membuka mata, ia bukan lagi manusia modern. Ia berubah menjadi Lin An, kasim muda di Istana Kekaisaran Dinasti Tian. Belum sempat menerima kenyataan bahwa ia kini menjadi seorang kasim, sebuah suara dingin terdengar di kepalanya. [Selamat datang, Host.] [Sistem Pewaris Kekaisaran telah aktif.] [Misi utama: Melahirkan sepuluh anak.] Lin An hampir pingsan. "...Aku laki-laki." [Benar.] "Aku kasim." [Benar.] "Aku... tidak punya alat reproduksi." [Sistem telah memperbaikinya.] "...APA?!" Sejak hari itu hidup Lin An berubah total. Ia harus menyelesaikan misi demi bertahan hidup. Jika gagal... Sistem akan menghapus keberadaannya. Masalahnya hanya satu. Ayah biologis anak-anak itu harus memiliki takdir naga, seseorang yang mempunyai garis keturunan atau mandat langit sebagai calon penguasa. Sayangnya... Di istana justru ada terlalu banyak calon "ayah". Kaisar muda yang dingin. Pangeran perang yang keras kepala. Jenderal penjaga istana. Bahkan seorang tabib kerajaan. Dan setiap kali sistem menganggap hubungan mereka cukup dekat... Muncullah notifikasi. [Tingkat afeksi memenuhi syarat.] [Mode Kehamilan siap diaktifkan.] Lin An hanya bisa menjerit. "Aku cuma mau hidup tenang jadi kasim!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines