Ternyata, Aku Bukan Tokoh Utama

Ternyata, Aku Bukan Tokoh Utama

  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
author: jangan copy ya ini asli dari pemikiran author karena kebanyakan menghalu dipinggir jalan "Katanya, kalau masuk ke dunia novel, aku akan jadi protagonis cantik yang dipuja banyak pria tampan. Ternyata? Aku cuma figuran yang kerjaannya cuma jadi pembantu di rumah sang antagonis! Big NO!" Aku tahu alur novel ini luar dalam. Aku tahu siapa yang akan dikhianati, siapa yang akan mati konyol, dan siapa pria gila yang akan jadi Male Lead. Rencanaku sempurna: hidup tenang, makan enak, dan tidak ikut campur urusan drama orang lain. Tapi, apa yang harus kulakukan saat sang Male Lead yang seharusnya dingin dan kejam, malah salah paham mengira tingkah "sarkas" dan "cuek" yang kulakukan adalah cara unik untuk menarik perhatiannya? "Berhenti menatapku, Tuan. Saya cuma mau menyapu lantai," kataku ketus. Pria itu malah tersenyum miring-senyum yang menurut penulis novel seharusnya membuat pembaca meleleh, tapi menurutku justru membuatku ingin memberikan obat sakit kepala. "Caramu menolakku sungguh menarik. Aku tidak akan membiarkanmu pergi." Halo? Mas, ini salah skrip! Tokoh utamanya ada di sana, kenapa malah ngejar pembantunya yang cuma mau hidup damai?! Selamat datang di hidup baruku, di mana aku berusaha keras jadi figuran, tapi dunia ini bersikeras menjadikan hidupku komedi putar yang tidak ada ujungnya.
All Rights Reserved
#3
ceritalucu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • De Andere Weg (END)

Dua orang yang menyerah dengan urusan jodoh memutuskan untuk berhenti mencari sendiri. Layla (F29) selama ini merasa menjadi "FUN GIRLFRIEND" dan tidak menjadi pilihan untuk dipinang. Jiwa (M31) terlalu sibuk di proyek pipeline di tengah hutan dan ingin cepat menikah karena suatu alasan. Satu kalimat ceplas-ceplos dari tante mereka mengubah pertemuan biasa menjadi awal yang tak terduga. Kadang, saat hati sedang lelah, semesta justru mempertemukan dengan seseorang yang tak direncanakan. Cover by: Narra

More details
WpActionLinkContent Guidelines