Ternyata, Aku Bukan Tokoh Utama

Ternyata, Aku Bukan Tokoh Utama

  • WpView
    Reads 527
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Fantasy
Isekai and Reincarnation
author: jangan copy ya ini asli dari pemikiran author karena kebanyakan menghalu dipinggir jalan "Katanya, kalau masuk ke dunia novel, aku akan jadi protagonis cantik yang dipuja banyak pria tampan. Ternyata? Aku cuma figuran yang kerjaannya cuma jadi pembantu di rumah sang antagonis! Big NO!" Aku tahu alur novel ini luar dalam. Aku tahu siapa yang akan dikhianati, siapa yang akan mati konyol, dan siapa pria gila yang akan jadi Male Lead. Rencanaku sempurna: hidup tenang, makan enak, dan tidak ikut campur urusan drama orang lain. Tapi, apa yang harus kulakukan saat sang Male Lead yang seharusnya dingin dan kejam, malah salah paham mengira tingkah "sarkas" dan "cuek" yang kulakukan adalah cara unik untuk menarik perhatiannya? "Berhenti menatapku, Tuan. Saya cuma mau menyapu lantai," kataku ketus. Pria itu malah tersenyum miring-senyum yang menurut penulis novel seharusnya membuat pembaca meleleh, tapi menurutku justru membuatku ingin memberikan obat sakit kepala. "Caramu menolakku sungguh menarik. Aku tidak akan membiarkanmu pergi." Halo? Mas, ini salah skrip! Tokoh utamanya ada di sana, kenapa malah ngejar pembantunya yang cuma mau hidup damai?! Selamat datang di hidup baruku, di mana aku berusaha keras jadi figuran, tapi dunia ini bersikeras menjadikan hidupku komedi putar yang tidak ada ujungnya.
All Rights Reserved
#572
villainess
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines