Elio memilih meninggalkan Ayden demi sebuah pernikahan dengan wanita yang setara dengannya. Ia menukar kehangatan pelukan di flat sempit dengan dinginnya kemewahan, hanya untuk menyadari bahwa takdir memiliki selera humor yang kejam ketika akhirnya yang ia anggap sebagai jaminan hidup harus runtuh. Bertahun-tahun berlalu, di bawah gemerlap lampu klub malam, Ayden menemukan kembali sosok yang selama ini menjadi masa lalu paling manis sekaligus paling menyakitkan dalam ingatannya. Elio kini berdiri di hadapannya. Begitu pucat dengan senyum yang dipaksakan dan mata yang telah kehilangan seluruh bintangnya, sebuah kehampaan yang lebih mengerikan daripada penolakan kasar di masa lalu. Ketika Elio mengulurkan tangan meminta uang tanpa sedikit pun sisa harga diri atau penjelasan atas luka lama, Ayden tidak menawarkan kasih sayang, melainkan sebuah pernikahan yang dibungkus racun balas dendam. Ia menerima pria itu bukan sebagai kekasih yang pulang, tetapi sebagai tawanan masa lalu yang harus dihukum. Setiap sentuhan kini dibayar dengan lembaran uang seperti cap transaksi bisnis, sementara kehadiran perempuan lain di rumah itu menjadi saksi bisu bahwa cinta mereka telah berubah menjadi barang dagangan yang murahan. Mereka terperangkap dalam ilusi bahwa cinta itu telah mati saat pertama kali dijual, membiarkan dua jiwa yang sebenarnya masih saling mengenali tenggelam bersama-sama dalam lautan transaksi yang dingin.
More details