We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rain On The School Field

Rain On The School Field

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Highschool
Destined Love
Percikan cinta datang di saat yang tak pernah diduga, tepat di pertengahan masa SMA khusus putri, SMA Celestia Girls Academy Elya Evangeline, siswi kelas 11 yang dikenal sebagai gadis ceria, santai, ramah, dan selalu siap membantu siapa pun. Meski terkadang sedikit cerewet, ia memiliki satu kebiasaan yang tidak pernah berubah : "tidak pernah terlambat datang ke sekolah". Namun, kebiasaan itu runtuh pada suatu pagi karena satu orang. Aelith Althaea. Siswi kelas 11 yang menjadi kebalikan Elya. Pendiam, tertutup, lebih suka menyendiri, dan tidak memiliki banyak teman. Meski begitu, hampir seluruh siswi mengenalnya. Entah karena sikapnya yang dingin, atau parasnya yang begitu menawan hingga sulit untuk diabaikan. Pertemuan yang seharusnya biasa justru menjadi awal dari perubahan dalam kehidupan mereka. Dua gadis dengan kepribadian yang bertolak belakang perlahan dipertemukan oleh takdir, menghadapi berbagai kisah persahabatan, kesalahpahaman, tawa, dan perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari. Mampukah percikan kecil itu berubah menjadi cinta? Temukan jawabannya dalam kisah Aelith Althaea dan Elya Evangeline.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • ONESHOOT 21+
  • Silent Traces by the Sea

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines