SENJA - ON GOING

SENJA - ON GOING

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Social Themes
Mystery
Semua berawal dari kekaguman seorang gadis kepada teman sebangkunya di sekolah. Tanpa pernah ia sadari, ternyata sang lelaki telah lebih dulu menyimpan rasa kepadanya selama bertahun-tahun. Seiring waktu, kedekatan mereka tumbuh menjadi hubungan yang hangat. Percakapan demi percakapan membuat mereka semakin dekat, hingga suatu hari sang lelaki mengungkapkan sebuah rahasia yang selama ini ia simpan: ia telah mencintai gadis itu sejak lama. Awalnya, kisah mereka terasa begitu indah, seolah takdir memang mempertemukan dua hati yang saling mencintai. Namun, keindahan itu tidak bertahan selamanya. Kelulusan dan perpisahan di sekolah menjadi awal dari retaknya hubungan mereka. Jarak, waktu, dan keadaan perlahan mengubah segalanya. Tanpa pernah ada kata perpisahan yang benar-benar terucap, sang gadis menikah dengan pria lain. Di sisi lain, sang lelaki pun telah bertunangan dengan perempuan pilihannya. Ironisnya, mereka tak pernah benar-benar mengakhiri hubungan yang pernah mereka bangun. Status itu seakan menggantung di antara masa lalu dan kenyataan, menciptakan kisah yang rumit dan penuh luka. Mereka masih terikat oleh cinta yang tak pernah diakhiri, meski masing-masing telah memiliki pasangan hidup. Satu dasawarsa berlalu. Waktu memang mengubah banyak hal, tetapi tidak dengan perasaan mereka. Cinta yang pernah tumbuh di bangku sekolah itu tidak memudar sedikit pun. Ia tetap hidup, bersembunyi di balik kenangan, penyesalan, dan pertanyaan yang tak pernah menemukan jawaban. Ini bukan hanya kisah tentang cinta pertama. Ini adalah cerita tentang dua insan yang saling mencintai, tetapi kalah oleh waktu, keadaan, dan pilihan hidup. Sebab, tidak semua kisah cinta ditakdirkan untuk bersatu. Ada yang memang ditakdirkan untuk saling mencintai... namun tidak saling memiliki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Mulih (END)
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines