Arthee :pieces of you

Arthee :pieces of you

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 22, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Famous Figure: Actor
LGBTQIA+
Gay
Memilih bungkam demi mempertahankan takhta keluarga, Arthee membiarkan dirinya dicap sebagai iblis di mata Derrelie. Bertahun-tahun berlalu, ketika roda nasib berputar dan Arthee jatuh miskin akibat konspirasi korupsi di keluarganya, Derrelie kembali hadir bukan lagi sebagai siswa miskin yang tertindas, melainkan sebagai penguasa yang siap menagih utang nyawa. "Kamu ingin mati sesuai takdir, Arthee? Sial bagimu, karena mulai hari ini... aku adalah takdirmu." ─ Novel ini merupakan bentuk remake resmi dari karya asli saya berjudul Bitter Mercy Meski alur utamanya kurang lebih mengusung inti konflik dan benang merah yang sama, terdapat penyesuaian mendalam pada perkembangan karakter, latar belakang, detail pemicu tragedi, hingga puzzle penyingkapan kebenaran yang akan terasa beda untuk bitter mercy masih Available di Wattpad dan bisa kalian baca dibagian seri Take my name hope u enjoy<3
Creative Commons (CC) Attribution
Series

Take my name

  • BITTER MERCY
    23 parts
  • 11 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAMENGKU | NOMIN
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • Rewriting The Villain (END)
  • A House Between Us
  • Given || Ju Jihoon
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • Obsession Overdose
  • Your Daddy My Husband

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines