Senin pagi di SMA selalu terasa sama: upacara bendera yang panjang, terik matahari yang menyengat, dan amanat pembina yang seolah tak ada habisnya. Namun, bagi Kael-ketua kelas XI-A yang humoris, usil, dan tak pernah menyerah-hari Senin selalu memiliki satu alasan untuk dinantikan: Stella, siswi PMR yang dingin, disiplin, dan sudah tiga kali menolak pernyataan cintanya. Meski begitu, Kael tetap percaya bahwa suatu hari ia bisa meluluhkan hati gadis tersebut.
Semuanya berubah ketika dua sahabatnya, Dilan yang pendiam dan Sandi yang sarkastik, nekat berpura-pura pingsan saat upacara demi bisa dibawa ke UKS dan berkenalan dengan para anggota PMR. Aksi konyol itu justru menjadi awal dari pertemuan mereka dengan Stella, Wawa yang ceria, dan Bulan yang tegas. Dari sebuah kebohongan kecil lahirlah persahabatan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Agar lebih mudah berkoordinasi, mereka membuat grup WhatsApp bernama "Pasien & Perawat XI-A." Dari sanalah obrolan receh, saling ejek, misi menjodohkan teman, hingga curhat tengah malam perlahan mendekatkan enam remaja dengan kepribadian yang bertolak belakang. Hari-hari sekolah yang awalnya terasa biasa berubah menjadi penuh warna, tawa, dan kenangan yang sulit dilupakan.
Namun, semakin dekat mereka, semakin rumit pula perasaan yang tumbuh. Cinta bertepuk sebelah tangan, rasa cemburu, salah paham, hingga rahasia yang lama disimpan mulai menguji ikatan persahabatan mereka. Kael pun mulai menyadari bahwa hati tidak selalu memilih orang yang sejak awal ia perjuangkan. Sementara itu, yang lain juga harus menghadapi kenyataan bahwa cinta pertama tak selalu datang pada waktu yang tepat.
Cinta di Ruang UKS adalah kisah romantis remaja yang hangat, penuh komedi, dan menguras emosi, tentang enam siswa yang belajar bahwa terkadang obat terbaik untuk hati yang terluka bukanlah obat di lemari UKS, melainkan seseorang yang diam-diam selalu ada di samping kita.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang