Bagi dunia high-society kota Metropolitan, Lyra Lin adalah sebuah lelucon yang dikemas dalam kemewahan. Dia adalah pewaris Lin Corp yang manja, obsesif, dan menyedihkan wanita yang rela mengakhiri hidupnya di dalam bak mandi marmer hanya karena sang tunangan, CEO dingin Adrian Vance, lebih memilih membawa wanita lain ke pesta dansa kekaisaran bisnis mereka.
Namun, saat detak jantung Lyra yang asli berhenti, Valerie seorang profiler kriminal psikologis jenius yang tewas dikhianati di kehidupan lampau terbangun di dalam tubuh yang sekarat itu.
Saat Lyra melangkah keluar dari kamar mandi dengan jubah sutra hitam yang ternoda darah, ia berubah menjadi sosok yang berbeda total. Ia anggun, bertutur kata selembut beludru, luar biasa cantik dengan mata monokromatiknya yang mistis, namun menyimpan hawa dingin yang mematikan. Menggunakan kecerdasan taktisnya, Lyra mulai meretas dan memanipulasi konspirasi gelap korporasi yang dulu menghancurkan keluarganya, menjatuhkan musuh-musuhnya satu per satu tanpa perlu mengotori tangannya sendiri.
Adrian Vance yang awalnya memandang Lyra dengan muak dan benci, tiba-tiba mendapati dirinya terjebak dalam permainan pikiran (mind games) yang berbahaya. Di bawah pengawasan kamera CCTV 24 jam di penthouse berlapis kaca, Adrian justru menjadi pria yang terobsesi secara gila. Ia tahu wanita ini bukan lagi Lyra yang dulu ia injak" . Ada entitas lain yang sangat misterius di balik senyuman anggun itu.
Di tengah perang siber, ancaman pembunuh bayaran, dan romansa gelap yang toksik sekaligus adiktif, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: dunia metropolitan yang mereka tinggali ini bukanlah realitas, melainkan sebuah program simulasi psikologis tempat jiwa Valerie dikurung. Dan sialnya, Adrian bukanlah sekadar karakter fiksi.
Siapakah arsitek di balik ilusi ini? Ketika batasan antara cinta, obsesi, dan realitas mulai retak seperti kaca, sang angsa hitam harus memilih melangkah pergi dengan anggun, atau hancur bersama sang pemangsa
All Rights Reserved