Luna Sabila punya tiga hal yang membuat hidupnya tetap waras. Novel roman, cokelat, dan kemampuan berkhayal tingkat nasional.
Di sekolah, Luna bukan cewek populer. Dia pintar, pencinta buku, bertubuh besar, dan punya satu sahabat yang terlalu jujur untuk disebut suportif. Tapi ketika Evan Mahendra, cowok basket paling tampan di sekolah, menolongnya saat terpeleset di depan umum, Luna langsung yakin semesta sedang membuka bab pertama kisah cinta abad ini.
Sayangnya, hidup nyata tidak selalu semanis novel roman.
Satu kalimat kejam cukup untuk meruntuhkan seluruh kastil khayalannya.
Di saat Luna sedang sibuk mengubur harga dirinya di laci meja, datanglah Juna Adhitama, murid pindahan aneh yang selalu memakai masker, dan terlihat seperti alergi terhadap interaksi sosial.
Sejak hari itu, hidup Luna berubah jauh lebih kacau. Ada rahasia cowok bermasker yang terlalu dingin, Evan yang tiba-tiba mulai terusik, dan hati Luna yang pelan-pelan belajar bahwa cinta tidak seharusnya membuat seseorang merasa kecil.
Mungkin pangerannya bukan yang paling bersinar di lapangan.
Atau mungkin...
Luna tidak perlu menunggu pangeran untuk menjadi tokoh utama.
"Because every prince comes with a plot twist"
@ameliadew
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang