Behind The Gavel (21+)

Behind The Gavel (21+)

  • WpView
    Reads 1,739
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
Purely the author's work It is prohibited to plagiarize this writing in any form Di mata Sagara, Lyra adalah definisi mahasiswi yang "salah fokus". Berawal dari insiden lift dan penampilan Lyra yang selalu seksi dengan tubuh sekel mirip gitar spanyol, Sagara menandai Lyra sebagai mahasiswi yang tidak benar dan hanya modal badan. Namun, senjata makan tuan. Semakin Sagara memperhatikan dan menguji Lyra, sang dosen justru terjebak dalam pesona liar sekaligus polos mahasiswinya itu. Dari benci jadi obsesi, Sagara menghalalkan segala cara untuk mengikat Lyra menjadi istrinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines