We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Origins 2: Burnback

Origins 2: Burnback

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Apocalyptic and Dystopian
War and Military
Zombies
Perjalanan Issa ke timur membawanya berlabuh di sebuah kota kecil yang terisolasi bernama Landeau. Bermodalkan nama baru sebagai Samantha Lane, dia mencoba untuk melebur di bawah payung Scavengers, berharap masa lalunya di NCS terkubur bersama debu gurun. . Namun, ketenangan di Landeau hanyalah fatamorgana yang menunggu untuk terungkap. Satu per satu misteri menunjukkan diri kepada Sam, membuatnya harus memutuskan apakah dia harus pergi atau terjerumus lebih dalam pada hal yang ada di hadapannya. Atau justru masa lalu akan kembali mengejarnya? . "Di dunia yang runtuh, pelarian terbaik adalah menjadi orang lain. Namun di Landeau, kegelapan tetap akan mengenali wajahmu." . . Ini adalah cerita ongoing (outline sudah) dan belum selesai ditulis, maka berekspektasilah untuk akan menemukan typo dan kesalahan penulisan lainnya. Dan di masa depan, akan diperbaiki dan direvisi. Jadi anggap saja ini draf pertama ceritanya. . . Inspired by Fallout by Bethesda, The Last of Us by Naughty Dog, and The Walking Dead by Robert Kirkman. . The cover was made using ChatGPT, but the story is 100% mine. . Origins 2: Burnback © 2025 by tinyfluffybutt
All Rights Reserved
#3
human
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Male lead Antagonist
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Murid Sialan
  • I Am In Novel?!!
  • Sorry Mr. Husband (END)

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines