Gensy But Like Each Other.

Gensy But Like Each Other.

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
*INGAT, CUMA FIKSI.. JANGAN TERLALU DI SERIUS-SERIUSKAN, KASIAN NANTI MINTAEZ GUE. oke.. EKHEM.. jika ada tokoh kesamaan atau tempat mohon di mengerti yah..😊* Di cintai secara ugal-ugalan sama si tampan itu?, seberapa beruntung nya Thea.. Arka yang tergila-gila dan selalu menjadi cogil untuk meraih hati gadis itu akhir nya berhasil mendapatkan hatinya. Betapa senang nya Arka sampai ia jungkir balik saat mendengar kalau Thea membalas cintanya🤭 "GUA BISA GILAK SAMA LU, THEA.. AAAAA" teriak Arka. Thea yang mendengar itu hanya bisa tersenyum sambil tertawa kecil. Begitulah kisah bucin dua manusia imut ini, sangat menggemaskan DAN ADA ORANG KETIGA YA SAYANGKU.💝 (tapi Taesan gw ga se tertarik itu kok sama ceweknya, ceweknya aja yg GATEL.. MINTA DI GARUKIN AWW)
All Rights Reserved
#67
kocak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • The Villain Mother
  • Be My Wife
  • Hello, KKN!
  • My Celestia [ON GOING]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines