Di tengah riuhnya kajian romantis tentang "Nikah Muda", Nadhira (25 tahun) salah satu remaja dewasa yang terbuai angan-angan indah itu. Sebagai anak yatim yang tumbuh besar hanya bersama ibunya, ia merindukan kasih-sayang seorang ayah dan perlindungan dari seorang pria. Nadhira percaya bahwa menikah muda adalah jawaban untuk mengisi kekosongan jiwanya sekaligus menyempurnakan agamanya.
Di sisi lain, Zayyan (27 tahun) Senior Graphic Designer di sebuah agensi kreatif papan atas. Gajinya lebih dari cukup untuk mencicipi gaya hidup mewah ibu kota. Namun, statusnya sebagai anak sulung sekaligus tulang punggung keluarga membuat seluruh penghasilannya habis tak bersisa demi membiayai pengobatan ibunya dan menyekolahkan ketiga adiknya. Zayyan selalu menahan diri untuk tidak jatuh cinta, sampai agensinya memenangkan proyek besar dan ia harus bekerja intensif dengan Nadhira, auditor keuangan eksternal yang disewa kantornya.
Diam-diam Zayyan mengagumi sosok Nadhira yang tegas, jujur, namun tetap santun menolak manipulasi anggaran proyek dari pihak ketiga demi menjaga integritas perusahaan. Keteguhan iman dan prinsip Nadhira yang tak tergoyahkan itu membuatnya sadar, bahwa Nadhira adalah wanita yang ia inginkan untuk menjadi makmumnya. Terbawa arus keyakinan bahwa "rezeki akan dicukupkan setelah menikah", Zayyan memberanikan diri untuk mengkhitbah pujaan hatinya.
Bagi Nadhira, khitbah Zayyan adalah puncak dari angan-angan indahnya yang menjadi nyata. Pria saleh, mapan, dan bertanggung jawab akhirnya datang untuk melindunginya.
Namun, kalimat "Sah" ternyata bukan akhir dari dongeng indah, melainkan awal dari ujian yang sesungguhnya!
Diuji oleh himpitan finansial dan konflik loyalitas, mereka harus belajar bahwa mahar terbaik bukanlah kemewahan di atas pelaminan, melainkan kesiapan untuk melipat ego dan menghitung sabar bersama di atas sajadah cinta.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang