Ranum Yang Abadi(BL)

Ranum Yang Abadi(BL)

  • WpView
    Reads 843
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 14 hours ago
‼️M-Preg‼️ ‼️Fiktif‼️ ‼️Boyslove‼️ Bagi Kenzo Shaquille Elgar, pemuda kota yang terbiasa dengan logika modern, diasingkan ke dinginnya lereng Gunung Sumbing adalah sebuah hukuman. Namun di Kaliangkrik, Magelang, langkahnya yang rapuh justru disambut oleh Damar Alfarendra-staf kelurahan lokal yang membumi, kokoh, dan selalu tahu cara meneduhkan badai di kepala Kenzo. ​Pelarian Kenzo ke puncak bukit menuntunnya pada sebatang pohon purba dan sebiji buah hutan misterius yang ranum. Mencibir mitos lokal yang menyelimutinya, Kenzo nekat memakan buah itu hingga habis. Ia tidak pernah menduga bahwa rasa manis yang tertinggal di lidahnya adalah awal dari malam erotis yang meruntuhkan pertahanan mereka, sekaligus gerbang bagi sebuah konsekuensi irasional yang mengubah garis hidup mereka selamanya. ​Di tengah benturan ego kota dan kearifan desa, Damar memilih berdiri paling depan-pasang badan melawan dunia demi melindungi Kenzo. Karena di tanah berkabut ini, takdir yang matang di kaki gunung akan selalu bermuara pada sebuah cinta yang abadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Secret Relationship
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Auto Save!
  • desa kawitan [END]
  • ELIAN
  • ELION (bl)
  • LINTANG PANJER WENGI END

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines