Kita,Versi Terbaiknya Berpisah

Kita,Versi Terbaiknya Berpisah

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 5, 2026
Di sebuah senja yang hangat namun penuh luka, dua hati duduk saling memandang tanpa banyak kata. Mereka saling mencintai, tetapi dunia tidak memberi jalan yang mudah untuk bersama. Perbedaan keyakinan membuat cinta mereka berjalan di antara harapan dan keikhlasan. Sang perempuan menggenggam kalung salib di dadanya, sementara lelaki itu memutar tasbih di tangannya. Mereka berbeda dalam doa, tetapi sama dalam rasa. Tidak ada pertengkaran, tidak ada kebencian-yang ada hanya dua insan yang belajar bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki. Mereka pernah berjanji untuk melawan keadaan, namun akhirnya sadar bahwa cinta terkadang bukan tentang siapa yang bertahan paling lama, melainkan siapa yang mampu melepaskan dengan tulus. Dalam diam, mereka memilih menjadi doa satu sama lain dari kejauhan. Walau langkah mereka tidak lagi berjalan di jalan yang sama, kenangan tentang tatapan hangat di sore itu akan tetap tinggal. Sebab cinta mereka bukan gagal-hanya belum ditakdirkan untuk bersama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Daddy's Little Sunshine
  • Transmigrasi Gio End
  • Transmigrasi Little Mommy
  • Teman Kecilku
  • Stressed.
  • the protective myhusband
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • One Shot 21+
  • Laskar
  • Mas Masinis

Selama lima tahun terakhir, hidup Adrian Mahardika (35) hanya berisi pekerjaan dan ketiga putranya. Sejak istrinya meninggal, CEO Mahardika Group itu berubah menjadi pria dingin, tegas, dan nyaris tanpa senyum. Rumah megahnya terasa seperti istana tanpa kehangatan. Sifat itu menurun kepada ketiga putranya. Si kembar lima tahun yang selalu memasang wajah datar dan sulit didekati. Dan putra sulungnya yang berusia tujuh belas tahun, Nathan Mahardika, yang terkenal dingin, tinggi menjulang, dan selalu menjaga jarak dari semua orang. Semua baby sitter sebelumnya menyerah. Hingga datang seorang gadis mungil berusia dua puluh tahun... Naura Azzahra. Tinggi hanya sekitar 152 cm, wajah imut, suara lembut, tetapi memiliki kesabaran yang tidak masuk akal. Tak ada yang menyangka, gadis kecil itulah yang perlahan menghangatkan rumah Mahardika. Si kembar yang dulu anti disentuh kini justru berebut ingin digendong, disuapi, dipeluk, bahkan tidur hanya jika Naura membacakan dongeng. Nathan yang biasanya dingin berubah menjadi kakak super protektif. "Kak Naura jangan angkat barang berat." "Aku yang bawa." "Jangan berdiri lama." "Sudah makan belum?" Karena perbedaan tinggi yang jauh, Nathan bahkan sering mengangkat Naura agar gadis itu bisa mengambil barang di rak tinggi. Semua orang mengira Nathan menyukai Naura. Padahal... Baginya, Naura adalah kakak perempuan yang sangat berharga, seseorang yang akhirnya membuat rumah mereka kembali terasa hidup. Masalah justru datang dari Adrian. CEO yang terkenal dingin itu perlahan berubah menjadi pria paling pencemburu. Setiap kali Nathan terlalu perhatian... Adrian langsung memasang wajah gelap. "Turunkan dia." Nathan menghela napas. "Papa, Kak Naura cuma nggak nyampe." "Aku bilang turunkan." Sementara si kembar justru tertawa. "Papa iri."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan