Dunia Amara sudah lebih dari sekadar abu-abu, ia adalah lukisan kelam dari penderitaan dan kesendirian. Setiap langkah yang diambilnya di kampus, setiap napas yang diembuskannya, terasa berat, seolah bayangan masa lalu tak pernah berhenti mengejarnya. Namun, penderitaan yang ia kenal akan menemukan bentuk baru, dan kali ini, ia datang dalam wujud seorang lelaki. Dia adalah Arsen. Sosok misterius dengan tatapan tajam yang selalu berhasil menemukan Amara di keramaian. Obsesinya padanya terasa seperti napas dingin yang membelai leher, mengancam namun entah mengapa, menarik. Perjalanan menjadi rumit ketika Amara sudah tidak bisa membedakan bahwa Arsen adalah sosok Gada penghancur atau Malaikat pelindung. Batas diantara cinta dan kehancuran menjadi samar Temukan jawabannya di Whispers in the Bloom.
Plus d’Infos