We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BENT [BL LOKAL]

BENT [BL LOKAL]

  • WpView
    Reads 3,032
  • WpVote
    Votes 700
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 10 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Erotica
Happy Ending
First Love
Di usianya yang ke-28, Gabriel Dirgantara mengira hidupnya yang mapan sudah berjalan di jalur yang lurus. Sampai dia terpikat oleh pesona dari Maziya Iswara, seorang mahasiswa DKV cantik seksi yang sempat dia kira seorang wanita. Terkejut sekaligus tak terima karena ego dan orientasi seksualnya mendadak goyah setelah tahu Maziya adalah seorang lelaki tulen. Gabriel mati-matian masuk ke fase denial dan berusaha menghindar sejauh mungkin demi mempertahankan status straight-nya. Namun, pelarian itu sia-sia, karena Maziya justru semakin gencar melancarkan godaan-godaan centil, hingga meruntuhkan iman Gabriel. Pada akhirnya, pria matang itu terpaksa menyerah dan mengakui bahwa prinsip hidupnya yang lurus kini telah resmi berbelok demi si pemuda centil tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NISKALA | BXB
  • Wit Pasren
  • Pingitan Merah
  • MENGEJAR MANTAN ✔️
  • Ngelmu Kiai Grinjing Wesi
  • Sendang Pingitan
  • ALAM BERCERITA [Mpreg]
  • Batik Pembawa Cinta
  • Harmoni Diatas Khatulistiwa [BL] || End ✓
  • Omah-omah

Saka Abiyaksa dan Ganis Ananta adalah bukti nyata bahwa waktu mampu membunuh keakraban tanpa perlu pertikaian. Dahulu, mereka adalah bayangan satu sama lain yang tak terpisahkan di bawah rimbun pohon jati Desa Malakasari. Namun kini, desa itu menjadi saksi bagaimana keduanya tumbuh menjadi dua orang asing yang hanya saling melempar tatap sekilas saat berpapasan di pematang sawah. Tidak ada dendam, tidak ada luka lama. Mereka hanya kehilangan cara untuk bicara setelah kedewasaan membangun tembok tinggi di antara mereka. Kehidupan tenang dalam keasingan itu terusik saat siklus adat dua puluh tahunan kembali berputar. Sebagai pemuda dengan garis keturunan murni, Saka dan Ganis terikat kewajiban sakral untuk menjalani ritual Ngandeg Syarat. Adat kuno menuntut mereka menetap di sebuah gubuk tua di puncak bukit selama empat puluh malam penuh demi keselamatan desa. Di tengah dinginnya kabut pegunungan dan sunyinya malam, ruang sempit itu memaksa mereka kembali bersisian. Saka yang pendiam dan Ganis yang kaku harus menghadapi situasi paling tidak nyaman dalam hidup mereka, terjebak bersama seseorang yang dulu sangat mereka kenal, namun kini tidak lebih dari sekedar orang asing yang berbagi oksigen di bawah naungan tradisi kuno desa. ⚠️ WARNING BXB, Gay, Homo, Boylove, Bl Cerita ini mengandung unsur Male Pregnancy (Mpreg) yang dikemas dalam balutan mitos dan tradisi lokal. Bagi pembaca yang kurang nyaman dengan tema tersebut, mohon bijak dalam memilih bacaan. Happy reading!

More details
WpActionLinkContent Guidelines