Notes Love

Notes Love

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
Valena bukan tokoh cerita yang dicintai semua orang, bukan pula yang ingin menyakiti demi keinginan sendiri. Dia hanya gadis yang haus akan satu kehangatan yang tulus cinta sejati yang terasa semakin jauh di dunia nyata. Segala rasa takut, halusinasi, dan luka batin ia simpan rapat dalam buku harian hitamnya, perlahan menggerogoti ketenangannya. Hingga takdir mempertemukannya dengan seseorang yang ia cari selama ini. Namun pertanyaannya sederhana namun berat apakah sosok itu mampu menjadi obat bagi lukanya, atau justru akan menjadi rasa sakit terakhir yang harus ia tanggung? Yang ia inginkan hanya satu dicintai dengan tulus, dan dimiliki sepenuhnya tanpa harus berbagi. .......
All Rights Reserved
#879
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Dateline [END]
  • Silent Traces by the Sea
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Be My Wife
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines