pyscho dan kasir minimarket

pyscho dan kasir minimarket

  • WpView
    LECTURAS 1,884
  • WpVote
    Votos 100
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 8, 2026
Bagi Jeon Jungkook, kata "keluarga" adalah sesuatu yang asing. Sejak bayi, ia ditinggalkan di depan pintu Panti Asuhan Kasih Bunda dengan selembar selimut usang tanpa nama. Ia tumbuh menjadi anak yang pemalu, bermata bulat besar seperti kelinci, dan sangat tertutup. Saat anak-anak lain berusaha tampil ceria dan menarik perhatian agar diadopsi, Jungkook justru selalu memilih memojok di ruang baca atau membantu Ibu Panti mengupas kentang di dapur. ​Sifatnya yang penurut dan mandiri membuat seluruh pengurus panti menyayanginya. Namun, waktu terus berjalan. Ketika usianya menginjak 18 tahun, Jungkook tahu ia harus keluar dari panti untuk memberikan ruang bagi adik-adik kecil yang lebih membutuhkan. ​Dengan uang tabungan hasil kerja sampingannya yang pas-pasan, Jungkook menyewa sebuah kamar kos kecil yang pengap di pinggiran kota. Untuk menyambung hidup dan membayar sewa, ia bekerja shift malam sebagai kasir di sebuah minimarket 24 jam. Kehidupannya sangat monoton dan sepi, namun Jungkook bersyukur karena setidaknya hidupnya tenang. ​Sampai malam jahanam itu tiba. kuyy yang penasaran baca aja yaa muachhh
Todos los derechos reservados
#7
pyscho
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Auto Save!
  • Target Si Supir
  • True Love [END]
  • Rewind ✅
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Trouble Maker
  • Halo, Kanael!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ❝wi-fi❞
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido