Di Hari Aku Pergi Diam-Diam

Di Hari Aku Pergi Diam-Diam

  • WpView
    Dibaca 28
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadLengkap Sel, Agt 4, 2026
WpInfo
Fiksi
LGBTQIA+
Gay
"Aku pergi diam-diam." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Uwais, empat kata itu berarti melawan ayahnya, meninggalkan rumah sebelum fajar, dan mempertaruhkan seluruh masa depannya hanya untuk mengikuti UTBK di kota yang sejak awal dilarang menjadi tujuannya. Jika gagal, ia harus kembali ke kehidupan yang ingin ia tinggalkan. Jika berhasil, ia mungkin akan kehilangan restu keluarganya. Di tengah hujan yang mengguyur Jatinangor, setelah ujian yang membuat dadanya dipenuhi rasa bersalah, Uwais bertemu dengan seorang laki-laki asing beraroma kopi bernama Bagas. Pertemuan mereka seharusnya hanya berlangsung beberapa menit. Namun beberapa jam percakapan justru membuat Uwais mempertanyakan banyak hal: tentang keluarga, tentang mimpi, tentang keberanian memilih hidup sendiri, dan tentang seseorang yang baru dikenal tetapi terasa seperti rumah. Sebab terkadang, satu hari mampu mengubah arah seluruh hidup seseorang. =================== WARNING: LGBTQ+ CONTENT❗️
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#75
sbmptn
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jadi Anak Haram?
  • Wismatama
  • ELION
  • Luk Telu Belas
  • Lysander Lowell De Villiers
  • na ja [END]
  • Ritual Rasa
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ONESHOOT [BP]
  • Sastru Pinanganten

Milo Pradipta adalah seorang remaja 16 tahun yang ajaib. Sifatnya manja, sedikit galak tapi cengeng, bermulut ceplas-ceplos, tingkahnya sering bikin naik darah orang-orang disekitarnya dan kalau ngomong suka asbun. Harus bertransmigrasi ke novel milik abangnya yang baru saja di banting olehnya dan lebih parahnya lagi dia malah jadi seorang anak haram yang dibenci karena sifatnya yang manipulatif, dimana anak haram itu juga namanya sama dengannya. Sungguh sial. --------------- "What the fu- kenapa gue malah transmigrasi jadi anak haram di novel sialan ini sih?! Ogah banget hidup ngenes, pokoknya gue harus bikin diri gue diusir sekarang juga!" "Heh kalian usir gue sekarang juga, plis! Gue ikhlas lahir batin jadi gembel!" "GAK! Kamu jangan harap bisa kabur dari rumah ini, Milo" "LAH?!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan