Tidak ada yang menyangka bahwa sebuah ketukan di pintu apartemen akan mengubah kehidupan lima bersaudara Choi.
Ketika tetangga mereka harus pergi ke luar negeri karena urusan keluarga yang mendesak, seorang bayi laki-laki berusia empat belas bulan bernama Yoojun dititipkan kepada mereka untuk sementara waktu.
Kedengarannya sederhana.
Sampai mereka menyadari bahwa merawat seorang bayi ternyata jauh lebih sulit daripada menyelesaikan tugas kuliah, menghadapi ujian, atau bekerja lembur setiap hari.
Di antara popok yang selalu gagal dipasang dengan benar, waktu mandi yang penuh tangisan, tidur siang yang tak pernah sesuai rencana, dan langkah kaki kecil yang berlarian ke seluruh apartemen, perlahan rumah itu berubah menjadi lebih ramai dari sebelumnya.
Namun, semakin lama Yoojun menjadi bagian dari keseharian mereka, semakin jelas pula bahwa setiap anggota keluarga Choi sedang menyimpan sesuatu.
Ada mimpi yang pernah dikubur.
Ada ketakutan yang tidak pernah diucapkan.
Ada luka yang selalu disembunyikan di balik senyuman.
Dan ada seseorang yang selama ini diam-diam memikul seluruh beban sendirian.
Di rumah itu, mereka belajar bahwa keluarga bukan hanya tentang siapa yang memiliki hubungan darah.
Melainkan tentang siapa yang memilih untuk tetap tinggal.
Tentang siapa yang akan memelukmu ketika dunia terasa terlalu berat.
Dan tentang bagaimana seorang bayi kecil, tanpa mengerti apa pun, perlahan mengajarkan arti rumah kepada semua orang.
Creative Commons (CC) Attribution