Bara Adyatma Naratama cuma ingin liburan tenang sebelum kembali sibuk dengan dunia kuliahnya di Surabaya. Tidak lebih. Tidak kurang. Makanya saat sahabat masa kecilnya mengajak datang ke Desa Sindang Asri desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota Bara langsung mengiyakan. Ia pikir hari-harinya hanya akan diisi udara sore, jalanan sawah, dan ketenangan desa. Sampai dia bertemu Aksa Mahendra Pradana. Anak pak lurah yang baru saja resign dari pekerjaannya di Jakarta itu sama sekali tidak seperti bayangan Bara tentang "pemuda desa". Terlalu tinggi. Terlalu mencolok. Terlalu cerewet. Dan terlalu suka mengganggunya. "Lu montok banget njir." Kalimat pertama yang keluar dari mulut Aksa sukses membuat Bara ingin pulang hari itu juga. Masalahnya... lelaki menyebalkan itu selalu muncul di mana-mana. Di warung. Di jalan setapak sawah. Di acara desa. Bahkan duduk santai di teras rumah sambil manggil Bara seenaknya seperti mereka sudah kenal lama. Aksa yang humoris dan hangat perlahan membuat hari-hari Bara berubah. Desa yang awalnya terasa asing mulai terasa nyaman. Terlalu nyaman. Sementara itu, Bara menyimpan satu rahasia yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun-tentang dirinya yang berbeda dari laki-laki lain. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya... Bara takut seseorang benar-benar tinggal di hatinya. Sebab kalau itu terjadi mungkin ia tidak akan sanggup pergi dari Sindang Asri.
More details