Setengah Jalan Menuju Kita

Setengah Jalan Menuju Kita

  • WpView
    LETTURE 42
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, lug 13, 2026
Di tengah luka yang disimpan rapat dan mimpi yang terus dikejar, Seraphina Azeera Asteria menemukan tempat pulangnya pada Adikara Freyan Mahesa. Sera, gadis berprestasi yang tumbuh dalam keluarga yang sunyi, terbiasa menghadapi dunia seorang diri. Sementara Rey, atlet taekwondo yang ramah dan penuh semangat, selalu berusaha menjadi alasan di balik senyum Sera. Namun, cinta tidak selalu cukup untuk mempertahankan dua orang yang sedang berjuang dengan hidup mereka masing-masing. Di antara kesibukan, ego masing-masing, dan keraguan yang perlahan tumbuh. Mereka dihadapkan pada satu pertanyaan yang sama: bertahan atau mengakhiri? Meski masih saling menggenggam, tak ada yang tahu apakah langkah mereka akan berakhir menjadi "kita" atau hanya menjadi kenangan yang abadi.
Tutti i diritti riservati
#3
tragicromance
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Cerita Seks Bapak Kos Mesum Menggerayangi Tubuh Montok Mona
  • 𝑳𝒊𝒓𝒊𝒌 𝑳𝒂𝒈𝒖 : 𝐸𝑁𝐻𝑌𝑃𝐸𝑁 巛ˢⁱⁿᶜᵉ₂₀₂₀
  • You Were Never Made for Me
  • Jerih.luka
  • Dua Pilihan(Deva Kiara)
  • COOL BOY AND NEET CRAZY GIRL  [fatqeel]
  • Bossy Messy
  • Kyara And Someone She Meet Online
  • The Child He Left Behind (FOXYPAN)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti