ALCAS
  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 12, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
SMA
"Alamak! Gue nabrak orang?!" "Tanggung jawab! Kamu sudah membuat kaki saya lumpuh! Menghambat cita-cita saya tahun ini" "I-iya kek-eh Om maksudnya!" "Saya bukan Om kamu! Lagipula umur saya masih 23 tahun, Memang saya se-tua itu?" Claviera, gadis ceria yang jago beladiri merasa hidupnya teramat sial ketika kejadian bodoh menimpanya. Tepat di hari kelulusannya, dengan kondisi patah hati dan linglung akibat kekasihnya yang selingkuh, ia tanpa sengaja menabrak pria tampan yang ingin mencalonkan diri ke angkatan militer. Insiden tersebut membuat kaki pria itu seketika lumpuh, merenggut impiannya menjadi abdi militer. Dilanda rasa bersalah, Viera mau tak mau terpaksa bertanggung jawab atas perbuatannya itu dengan cara merawat pria itu hingga sembuh meski sebelumnya ia berusaha menolak. Dan perlahan, ia mulai membongkar tembok tinggi yang pria itu bangun. Viera menemukan hal yang lebih kelam dari sekadar luka fisik. Viera yang benci dikekang, dan pria itu yang benci di kasihani. Dalam dunia penuh luka, mungkinkah dua jiwa itu bisa saling menyembuhkan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#55
percintaan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • Mulih (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • The Mafia's Sinful Obsession

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan