Teman Satu Suara [ On Going ]

Teman Satu Suara [ On Going ]

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2026
❗DESKRIPSI ❗ Terkadang, teman itu ada yang baik dan jahat kan? kadang juga beberapa menjadi pengkhianat. Hazelly Renata Ratnaya, seorang siswi pintar dan cantik yang baru saja memasuki jenjang SMA kelas sebelas. Suasana kelas Ratna sedari dulu, memang tak berubah. Selalu terjadi masalah, sampai membuat Ratna sendiri muak. Tetapi walaupun begitu, ada teman-teman Ratna yang selalu ada untuknya. Betapa baiknya mereka, selalu membela dan menasehati Ratna untuk tidak tersinggung oleh buah bibir orang lain yang melibatkan Ratna sendiri. Semuanya Ratna jalani dengan lapang dada, meski sempat frustasi di tengah jalan hidup. Berhari-hari, bahkan berbulan-bulan Ratna jalani. Namun, hidupnya menjadi tak tenang. Di kenaikan kelas dua belas, apakah Ratna tetap menjadi yang dulu? Atau malah berbeda dan mendapat teman yang lebih baik? Atau malah.. lebih buruk? SAKSIKAN DI CERITA INI ❗
All Rights Reserved
#168
teman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • ELIAN
  • desa kawitan [END]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Secret Relationship

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines