Ordinary Us, Extraordinary Love (Hyeonkeon)

Ordinary Us, Extraordinary Love (Hyeonkeon)

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2026
PROLOG : Ada orang yang jatuh cinta dalam hitungan detik. Ada pula yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memastikan isi hatinya. Namun, kisah Satria Mahendra dan Kezia Dwi Pradipta tidak pernah mengikuti cara-cara itu. Mereka tumbuh bersama. Bermain di halaman yang sama, mengerjakan pekerjaan rumah di meja yang sama, lalu diam-diam saling memilih tanpa benar-benar tahu kapan semuanya berubah menjadi cinta. Saat Satria melangkah lebih dulu meninggalkan bangku sekolah dasar, Kezia masih sibuk mengejar langkahnya yang selalu beberapa langkah di depan. Sejak saat itu, gadis kecil itu tak pernah berhenti memanggilnya dengan sebutan yang sama. "Mas Tri." Dan setiap kali suara itu terdengar, Satria selalu menoleh. Tak pernah sekali pun ia mengabaikannya. Bertahun-tahun berlalu. Kini Satria adalah mahasiswa baru Teknik Mesin yang lebih banyak menghabiskan waktu di bengkel kampus daripada di rumah. Wajahnya nyaris tak pernah menunjukkan banyak ekspresi, sementara kata-katanya selalu lebih sedikit daripada tindakannya. Sebaliknya, Kezia tetap menjadi gadis yang membawa terlalu banyak cerita setiap harinya. Gadis yang selalu menemukan alasan untuk tersenyum, meski hidup di bawah aturan orang tua yang nyaris tak memberinya ruang untuk memilih. Orang-orang mengira hubungan mereka mudah karena sudah berlangsung begitu lama. Padahal, mempertahankan seseorang jauh lebih sulit daripada jatuh cinta padanya. Terlebih ketika waktu mulai berjalan dengan kecepatan yang berbeda. Ketika satu orang belajar menjadi mahasiswa. Dan yang lain baru belajar menjadi siswi SMA. Tidak ada yang tahu bahwa di balik semua perbedaan itu, Satria masih memiliki satu kebiasaan yang tak pernah berubah. Setiap kali Kezia memanggil, "Mas Tri..." Ia akan selalu menjawab, "Iya, Dek Eja." Karena bagi sebagian orang, cinta adalah tentang menemukan seseorang. Namun bagi mereka, cinta adalah memilih orang yang sama, setiap hari, bahkan ketika dunia perlahan berubah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Dateline [END]
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Silent Traces by the Sea
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines