"Kita bikin tim, yuk." usul Keanu sambil meletakkan setumpuk berkas di tengah meja.
Rafael menghela napas. "Kasus-kasus ini terus bertambah, tapi tidak semuanya mendapat keadilan."sahut nya.
Alya menatap satu per satu wajah di hadapannya sebelum berkata " ayo"
Hari itu, lima orang dengan tujuan yang sama membentuk sebuah tim bernama ZERO X.
Bukan sekadar tim biasa, melainkan sekelompok orang dengan keahlian yang saling melengkapi. Alya, seorang jaksa yang menguasai hukum dan memastikan setiap bukti mampu menjerat pelaku di pengadilan. Rafael, detektif sekaligus polisi yang memimpin penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, dan memburu pelaku hingga ke akar. Keanu, mahasiswa analisis yang mampu menghubungkan potongan-potongan fakta menjadi jawaban. Even, mahasiswa IT yang ahli dalam forensik digital, pelacakan data, pemulihan bukti elektronik, dan keamanan siber. Sementara Chiqi, mahasiswi hukum, menjadi ahli penyamaran tim. Dengan kemampuan akting, observasi, dan bela diri karate yang dikuasainya, ia kerap menyusup ke tempat-tempat berbahaya untuk mencari informasi yang tak bisa dijangkau anggota lain.
Meski memiliki kemampuan berbeda, kelima anggota ZERO X sama-sama terlatih bertarung. Mereka tahu bahwa tidak semua kasus dapat diselesaikan hanya dengan kata-kata. Ada kalanya mereka harus mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan korban, mengejar pelaku, atau mempertahankan bukti agar kebenaran tidak lenyap.
Dari pembunuhan, penculikan, orang hilang, perdagangan manusia, korupsi, hingga konspirasi yang melibatkan orang-orang berkuasa, setiap kasus membawa mereka semakin dekat pada sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan.
Di dunia yang penuh kebohongan, bukti bisa dihilangkan, saksi bisa dibungkam, dan hukum bisa dipermainkan.
Namun selama ZERO X masih berdiri, mereka akan terus memburu kebenaran... apa pun risikonya.
All Rights Reserved