SAFE HAVEN
Di balik dinding megah klan Callistratos, kasih sayang adalah komoditas yang harus dibeli dengan prestasi. Bagi Luna, menjadi nomor satu di kampusnya bukan lagi soal ambisi, melainkan mekanisme bertahan hidup agar tubuhnya tidak hancur oleh kediktatoran sang ayah. Luna adalah mahakarya yang dipahat dari ekspektasi dan tekanan-sempurna, berkilau, namun kosong di dalam. Ia bertahan hidup dengan satu cara, menutup rapat pintunya dari dunia luar.
Sampai Evander Leventis dengan lancang mendobrak pintu itu.
Evan adalah segalanya yang tidak dimiliki Luna. Lahir dari keluarga Leventis yang dipenuhi tawa, dukungan tanpa syarat, dan pelukan hangat di meja makan, Evan tumbuh menjadi pria yang utuh. Kehangatan yang Evan miliki justru menjadi hal paling menakutkan bagi Luna. Bagi gadis yang terbiasa hidup dalam badai salju, kehangatan Evan terasa membakar dan mengancam topeng yang selama ini melindunginya.