MORE THAN ENEMIES [ON GOING]

MORE THAN ENEMIES [ON GOING]

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
Social Themes
Grief and Bereavement
Dunia Keysha hancur saat adik tercintanya meninggal karena surat pengajuan donor daruratnya ditolak mentah-mentah oleh CEO sekaligus Dokter Spesialis Jantung ternama, dr. Arsenio Elvano Mahendra, Sp.JP. ​Dipicu dendam membara, Keysha menyusup ke dalam hidup Arsenio dengan menjadi sekretaris pribadinya dan bersiap menghancurkan pria itu dari jarak dekat. Namun, semakin dia mencari celah untuk menjatuhkan Arsenio, Keysha justru semakin terjerat dalam teka-teki dan sisi lain sang dokter yang tak tersentuh. ​Saat garis batas antara benci dan cinta mulai kabur, sebuah tragedi besar menghantam dan memaksa rahasia kelam masa lalu terbuka. Keysha harus menghadapi kenyataan bahwa kebenaran yang selama ini dia cari, jauh lebih menyakitkan daripada sebuah kebohongan. "Kenzie, aku sudah berada di dekat pria yang membunuhmu. Aku akan menghancurkannya. Tetapi kenapa matanya menatapku dengan rasa sakit yang begitu besar? Apa yang sebenarnya dia sembunyikan dariku?" ​Selamat membaca, semoga kamu menikmati setiap emosi dan teka-teki yang ada di dalam cerita ini! Jangan lupa berikan dukungan berupa vote, like, atau komentar kalian, ya! ❤️
All Rights Reserved
#990
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines