Xavier Zexxin Bright

Xavier Zexxin Bright

  • WpView
    Lecturas 58
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 14, 2026
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Supervivencia
Psicológica
Crimen
Jangan sampai penyesalan merengut hidupmu. Start: Selasa-07-07-2026 Jika kalian ada saran maupun kritik jangan sungkan untuk memberitahukan kepada saya. Jangan plagiat yang plagiat saya jilat!!! Camkan itu!!!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AVISENA
  • Bukan Sembarang Figuran
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • Bukan Babysitter, Bung
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Stuck Between The Pags
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • XAVIER : The Silent Guardian
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido