We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sweet Boy | Haris & Nathan

Sweet Boy | Haris & Nathan

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Queer
Romance
[CW] LGBTQ, GAY, Backstreet & Gamers. Haris tidak pernah menyangka, jika dirinya akan dibenci oleh seseorang yang selama ini ia kagumi. Orang yang membuatnya berambisi menjadi seorang profesional gamer. Beberapa orang mungkin akan berpikir jika itu adalah kesalahannya. Haris tidak begitu menanggapi hal tersebut dengan serius, malah ia menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk bisa menjadi lebih dekat dengan Nathan. Haris hanya bermain sesuai dengan gaya dan skill yang dirinya miliki, sampai akhirnya ia membawa medali emas di debut pertamanya. Rivalitas yang dibangun oleh keduanya begitu kuat, sehingga sukses membuat penggemar kedua tim ikut berseteru. Namun, dibalik semua itu ada sesuatu yang tumbuh tanpa diketahui banyak orang. Sampai nyaris terbongkar di salah satu kompetisi besar. "Kata gue juga apa? Akunnya di private jangan di publik bego. Terus kalo di atas panggung salaman aja kayak biasa, jangan main peluk-peluk, asu!" "Lah? Lu juga kalo tatapan sama gue jangan senyum malu-malu gitu dong, kan gue jadi gemes." Di tengah tuntutan profesionalisme, rivalitas bentukan netizen, dan sorotan kamera dunia esports, akankah dunia merestui hubungan rahasia keduanya?
All Rights Reserved
#176
dewtee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • After the Fall
  • Target Si Supir [END]
  • Trouble Maker[END]
  • The Pinky Boy
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION (bl)
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Lysander Lowell De Villiers

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines