Unwritten : Jejak Yang Terhapus
"Bagaimana caramu mencintai seseorang yang keberadaannya tidak diakui oleh semesta?"
*Ferrel Wardhana* hanyalah seorang mahasiswa tingkat akhir di Surabaya yang terobsesi menjadi penulis. Hidupnya normal, sampai suatu hari dia menemukan sebuah kartu perpustakaan tua dengan foto yang pudar dan nama yang seolah sengaja dihapus oleh tinta tak kasat mata.
Sejak saat itu, dunia Ferrel mulai retak.
Dia mulai mencium aroma bunga lily di tengah hujan, mendengar bisikan suara jernih di antara deru mesin motor, dan merasakan kehadiran sosok gadis yang tak pernah tertangkap oleh kamera mana pun. Gadis itu adalah **Marsha** -seorang "kesalahan" dalam sistem realita yang sedang dihapus secara perlahan oleh hukum alam.
Hanya Ferrel yang mengingatnya. Namun, setiap kali Ferrel mencoba menuliskan nama gadis itu, tintanya menguap. Setiap kali dia mencoba menceritakannya, suaranya hilang.
Demi menyelamatkan Marsha dari kepunahan total, Ferrel harus melakukan pengorbanan paling gila: Menukar eksistensinya sendiri agar Marsha tetap ada dalam ingatan dunia.
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang terhalang restu, melainkan tentang cinta yang melawan penghapusan takdir. Karena di dunia ini, ada jejak-jejak yang tidak pernah ditulis, namun selamanya berbekas di dalam jiwa.
---
"Aku tidak minta kamu ingat wajahku. cukup tuliskan namaku di baris terakhir ceritamu, agar semesta tahu aku pernah nyata."
---