"Gue nggak butuh rasa hormat kalian. Gue cuma butuh kalian tetap hidup."
Altair Valerius adalah aib keluarga. Sebagai putra sulung dari keluarga mafia Valerius, dia penakut, cengeng, dan rela bersujud memohon ampun demi nyawanya. Tidak heran ketiga adiknya sangat membencinya.
Hingga suatu malam, Altair tewas tertembak dalam sebuah penyergapan.
Namun saat dia membuka mata keesokan paginya, yang terbangun bukanlah Altair si pengecut. Melainkan Kael, seorang pembunuh berdarah dingin paling ditakuti yang jiwanya terlempar ke tubuh lemah itu.
Kael tidak repot-repot menjelaskan perubahannya. Saat musuh berdatangan untuk menghancurkan keluarga Valerius, dia membereskan semuanya sendiri dengan rapi, brutal, dan tanpa suara.
Kini, ketiga adik Altair mulai menyadari satu kenyataan yang mengerikan. Monster sungguhan tidak bersembunyi di markas musuh. Monster itu kini duduk di kursi kepala keluarga mereka, meminum tehnya dalam diam.
All Rights Reserved