Queen Morana

Queen Morana

  • WpView
    Reads 853
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 17 hours ago
Bagi Ratu Morana Ruby Daendalf, penguasa Kekaisaran Obsidian yang terkenal anggun dan cerdas namun juga licik dan kejam, tidak ada yang lebih memuaskan daripada melihat musuhnya hancur. Ketika Kerajaan Solaria runtuh, Pangeran Zafhran Keith Arash dipaksa berlutut di bawah ujung pedangnya, siap menyambut kematian demi menjaga harga dirinya. Namun, alih-alih memenggal kepala Zafhran, Morana justru terpikat oleh ketampanan dan sifat pembangkang sang pangeran. Zafhran diseret ke istana Obsidian untuk dijadikan pelayan pribadi, sebuah hukuman yang lebih hina daripada kematian. Di balik dinding istana yang dingin, Zafhran bersumpah akan membunuh sang Ratu demi balas dendam, sementara Morana tertantang untuk menjinakkan sang Pangeran hingga berlutut sukarela di kakinya. Di antara benci dan gairah, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu? "Kau bisa merantai tubuhku, Morana. Tapi jiwaku tidak akan pernah sudi mengabdi padamu." "Kita lihat saja, Zafhran. Berapa lama kau bisa bertahan sebelum memohon ampun di kakiku."
All Rights Reserved
#104
taehyung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGAM [terbit]
  • MY PERFECT SUAMI
  • ANNA (daily up)
  • BUCINABLE [END]
  • [βœ”] 1. DEAR J
  • Yes! Mr. Husband | TERBITβœ“
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • Possessive Badboy [END]
  • SEPTIHAN

Mari follow terlebih dahulu πŸ’‹ *** Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya. "Masih mau bermain-main, hm?" Yang di tanya pun menggeleng cepat. "Berikan senjata itu!" Perintah Agam. Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol tersebut dari dalam tas. Ia tidak langsung memberikan senjata itu pada pria menyeramkan ini. Entah keberanian dari mana, Leyla malah balik menodongkan pistol itu ke arah Agam. Dorr Satu peluru lolos mengenai dada Agam. Bukannya kesakitan, ia malah terkekeh membuat Leyla kebingungan. "Gadis bodoh!" Dengan gerakan cepat diambilnya senjata itu dari tangan gadis tersebut. "Masih mau bermain-main ternyata," ucap Agam menampilkan senyum smirk nya. Leyla sendiri sudah tak sadarkan diri akibat aksi bodohnya barusan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines