tabieita

tabieita

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
helo anjayy ini book nya eh ya gitu lah ini book baru pokoknya ini mungkin bakal buriq oke dah gitu aja ❗fyi ya -bahasa non baku ya -kasar lah -bxb -gatau lemon nya ,kalo gw mut aja -mungkin bakal ga nyambung kayak hubungan gw Ama dia eh sorii -dah ya oiya karasu:seme otoya:uke done itu ajahh ship? ada!: -karasu tabito x otoya eita - aiku oliver x yukimiya kenyu -kaiser x Isagi -rin x bachira -ness x kurona?maybe - dah sisa nya di dalam eh ada ship kemungkinan ada dari univers lain haikyuu?wind breaker? AWOKAWOK nanti liat aja yahhh
All Rights Reserved
#472
bxb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Be My Wife
  • The Dateline [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines