Rumah yang Selalu Ramai

Rumah yang Selalu Ramai

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Grief and Bereavement
Growth and Self-Discovery
Soren tidak pernah tahu bahwa orang yang selama ini ia anggap asing ternyata menyimpan rahasia besar tentang masa lalunya. "Om jangan ngelantur. Ayah saya ada di rumah. Kalau Om tanya ayah kandung saya di mana, saya juga nggak tahu. Tapi satu hal yang saya tahu, dia pergi meninggalkan anak dan istrinya tanpa penjelasan apa pun." -------- "Anak gue mana?! Nakk, anak Bapak yang paling ganteng, keluar dulu yuk. Jangan mendem di kamar. Udahan dong pundungnya." "Itu anak saya. Sejak kapan jadi anak kamu?" Raka menoleh dan refleks menyengir ke arah pria tinggi kekar di samping pintu yang sedari tadi tidak ia sadari keberadaannya karena terlalu sibuk membujuk bayi besarnya itu.
All Rights Reserved
#18
identitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION
  • Luk Telu Belas
  • Sastru Pinanganten
  • Wismatama
  • na ja [END]
  • Jadi Anak Haram?
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ONESHOOT [BP]
  • Ritual Rasa

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines