MISTERI KASTEL [END]

MISTERI KASTEL [END]

  • WpView
    Reads 1,063
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 4, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Adventure
Psychological
Mystery
Bagi Aya, ketakutan hanyalah reaksi kimia di otak yang bisa ditekan dengan logika. Namun, saat riset arsip kunonya membawanya ke Kastel -tempat persembunyian Snack Suci yang legendaris-logikanya mulai diuji. Kastel ini bukan sekadar bangunan tua. Ia bernapas, ia berbisik, dan ia membenci tamu yang tidak diundang. Terjebak di antara dimensi yang retak dan ribuan jiwa yang membatu, Aya harus mengungkap kutukan dibalik botol rempah purba tersebut sebelum kastel ini menelannya hidup-hidup. Ini bukan sekadar kasus biasa. Ini adalah pertarungan antara logika detektif dan horor yang tak masuk akal. Apakah Aya akan berhasil keluar, atau dia justru menjadi koleksi terbaru di aula kastel tersebut?
All Rights Reserved
#241
fantasigelap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Stuck Between The Pags
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • AVISENA
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Sembarang Figuran
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines