Amour éternel

Amour éternel

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2026
Tidak ada yang istimewa dari hidup Elara. Pagi hingga sore ia bekerja sebagai barista di sebuah kafe kecil demi membiayai kuliahnya, menjalani hari-hari yang sederhana tanpa pernah berharap hidupnya akan berubah. Sampai suatu hari, sekelompok pelanggan baru datang untuk mencoba kafe tempatnya bekerja. Di antara tawa dan obrolan mereka, ada seorang pria yang selalu mencuri perhatian-Kael Laurent. Awalnya, Kael datang hanya karena ajakan teman-temannya. Namun entah sejak kapan, kafe itu berubah menjadi tempat yang selalu ingin ia datangi. Bukan karena aroma kopi atau suasananya, melainkan karena seorang barista yang selalu menyambutnya dengan senyum hangat. Perlahan, percakapan singkat berubah menjadi kebiasaan. Tatapan yang tak disengaja mulai terasa berbeda. Tanpa mereka sadari, hati keduanya mulai saling menemukan. Namun, saat cinta itu tumbuh semakin dalam, kenyataan memaksa Elara untuk menjauh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • Be My Wife
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Dateline [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines