kisah Wijaya

kisah Wijaya

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Magical Kingdoms
Romance
Di balik kelopak putih Wijaya Kusuma yang mekar hanya di tengah malam, tersimpan rahasia takdir yang mempertemukan dua jiwa. Dalam dunia yang terikat oleh keanggunan budaya Nusantara, Wijaya memulai sebuah perjalanan yang tak terduga. Sebuah takdir yang ditandai oleh bunga keramat dan garis tangan yang tak bisa dielakkan. Bersama dengan seorang sosok misterius yang hadir dalam hidupnya, mereka harus menelusuri hutan-hutan terlarang, menyingkap kabut masa lalu, dan menghadapi rintangan yang menguji keberanian serta ikatan hati mereka. Akankah cinta mereka sekuat mekarnya bunga Wijaya Kusuma di bawah rembulan, atau justru layu sebelum mencapai fajar? Ikuti petualangan romantis penuh keajaiban ini dalam "Kisah Wijaya".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines