Mundur

Mundur

  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jul 9, 2026
"Terkadang memang seharusnya kita gak perlu berharap lebih apalagi pada suatu hal yang belum kita kenal jelas." Ailyz, gadis yang biasa dipanggil "Ai" siapa sangka kegabutannya masuk kedalam sebuah grup, malah mempertemukannya dengan seseorang manusia dibalik layar. Jeffry, namanya Jeff... Satu laki-laki yang diam-diam Ai perhatikan di grup. Semua cerita, candaan dan curhatannya Ai rekam dan dia simpan rapi-rapi dalam ingatannya. Awalnya hanya untuk membuat cerita, kala mengingat dirinya memiliki cita-cita, sebagai penulis. Dia butuh peran dan pengalaman. Tapi... Sialnya cowok itu malah berhasil menggaet perasaan Ai. Semua cerita yang Ai rekam, rasanya tak tega untuk dia simpan, dalam cerita tanpa tau seluk beluk seseorang secara dalam. Dan pada akhirnya mereka malah diam-diam saling nyaman tanpa ada kata "hubungan" "Kita cuma temen Ai, ngapain cemburuan?" Ai mengeryitkan dahinya. "Kenapa tiba-tiba ngomong gitu?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#155
longdistancerelationship
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Auto Save!
  • ELIAN ✓
  • Target Si Supir
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • ELION (bl)
  • Halo, Kanael!
  • Trouble Maker
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Desa Jragat [End] [Revisi]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan