Seumur hidup, Aurelia Mahendra Wijaya percaya bahwa Kaivan hanyalah anak angkat yang datang untuk merebut semua yang seharusnya menjadi miliknya. Kasih sayang orang tua. Perhatian empat kakaknya. Bahkan... tempatnya di dalam keluarga. Karena kebencian itu, Aurelia berubah dari gadis kecil yang manis menjadi perempuan angkuh, egois, dan penuh amarah. Ia menyakiti Kaivan setiap hari, mengusirnya, mempermalukannya, hingga memilih meninggalkan keluarganya sendiri demi kehidupan malam yang bebas. Namun semuanya berakhir pada malam berdarah. Saat sebuah kelompok bersenjata menyerbu Mansion Mahendra, orang yang selama ini paling ia benci justru berdiri di depannya... menerima peluru yang seharusnya merenggut nyawanya. Di detik terakhir hidup Kaivan, Aurelia akhirnya mengetahui satu kenyataan yang menghancurkan hatinya. Kaivan tidak pernah ingin merebut apa pun. Ia hanya ingin menjadi bagian dari keluarga... dan menjaga Aurelia, meski harus mengorbankan nyawanya. Ketika penyesalan memenuhi hatinya, keajaiban terjadi. Aurelia terbangun... Bukan di rumah sakit. Melainkan kembali menjadi gadis kecil berusia tujuh tahun. Kali ini ia bersumpah akan mengubah segalanya. Ia akan melindungi Kaivan Menjadi adik yang baik. Mengembalikan senyum keluarganya. Dan memastikan tragedi itu tidak akan pernah terulang. Tetapi... Semakin ia menyayangi Kaivan, semakin lelaki itu berubah. Anak laki-laki penakut yang dulu selalu bersembunyi di belakangnya tumbuh menjadi pria tampan dengan tatapan dingin yang ditakuti banyak orang. Di depan semua orang, Kaivan adalah pewaris Mahendra yang dingin, kejam, dan tak tersentuh. Namun di depan Aurelia... Ia tetap lelaki manja yang selalu meminta ditemani tidur, meminta disuapi, selalu mencari pelukan, dan tak pernah bisa jauh darinya. Hanya saja...Aurelia tidak pernah menyadari bahwa di balik senyum lembut itu tersembunyi obsesi yang perlahan berubah menjadi kegilaan
More details