We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Time Machine 1926's ft. Marnit

Time Machine 1926's ft. Marnit

  • WpView
    Reads 10,773
  • WpVote
    Votes 1,906
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 9, 2026
WpInfo
Fanfic
Winatha terlempar ke tahun 1926 dan menjadi asisten sekaligus kekasih rahasia dari Komandan kolonial paling ditakuti, Marshall Roosevelt. Di tengah ancaman spionase dan kekejaman era KNIL, sebuah alat di tangan Winatha menghitung mundur sisa waktu mereka: hanya tinggal beberapa jam sebelum ia ditarik paksa kembali ke tahun 2026. Ini adalah kisah tentang pelarian dari kejaran Batavia, surat bertinta emas yang melintasi zaman, dan sebuah kesetiaan seorang pria yang rela hidup sendirian demi menjaga memori tentang kekasihnya yang berasal dari masa depan. ©lilouhere_ 26/7/9
All Rights Reserved
#2
marnit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Friend ft. Marnit
  • DEAD HEAT. ft Marnit
  • The HipHop "duo" [marnit]
  • Still Here ft.Marnit
  • Where The Meridians Meet ft. Marnit
  • Hate Love Mix-up [Ryulnit]
  • Game over ft. Marnit
  • Across the Meridian ft. Marnit
  • Neighbor's Heart ft. Marnit
  • Crossfade (friendship) ft.Marnit

Sejak hari pertama memakai seragam merah-putih sampai sekarang sudah mengenakan abu-abu di kelas XII MIPA 1, posisi Deka Radjagunawan dan Artama Fachri gak pernah berubah: setia menempati bangku pojok belakang kelas, dekat jendela. Bagi semua orang, mereka adalah paket lengkap yang gak bisa dipisahkan. Deka adalah si cowok cool berbau mahal yang selalu pasrah jadi tameng kemalasan sahabatnya. Sementara Tama adalah si cowok manis, petakilan, pemalas yang hobi nyontek tugas dan bebal kalau dilarang merokok. Dua belas tahun bersama membuat Deka hafal semua tabiat absurd Tama-dan tanpa Tama tahu, Deka juga sudah hafal bagaimana rasanya menyembunyikan detak jantung yang menggila sejak kelas 1 SMP, tepat saat Tama mengobati luka di lututnya. Namun, kenyamanan satu meja itu mendadak diuji. Kehadiran Rafa, cowok kelas sebelah yang mulai rajin menebar modus ke Tama, sukses membakar habis sumbu cemburu Deka. Frustrasi karena merasa tidak punya hak untuk melarang, Deka mengambil keputusan gila: mencoba mengubur perasaannya dan memacari Nadine, adik kelas mereka. Bukannya selesai, keputusan itu justru menjadi awal dari retaknya hubungan mereka. Bangku yang biasanya penuh tawa kini mendadak sunyi oleh perang dingin. Di antara rasa tidak rela yang perlahan menyiksa Tama, dan rasa haus akan kepemilikan yang membuat Deka hampir gila, sanggupkah meja pojok belakang itu bertahan mempertahankan dua rasa yang selama ini terpendam? -"Dua belas tahun kita duduk di meja yang sama. Tapi kenapa pas ada orang lain di antara kita, meja ini rasanya jadi jauh lebih luas daripada samudra?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines