We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Until My Last Tomorrow (BXB) TAMAT

Until My Last Tomorrow (BXB) TAMAT

  • WpView
    Reads 3,483
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
WpInfo
Fanfic
Perhatikan ini lapak BXB 🏳️‍🌈⁉️ Kaysen Rasenio percaya bahwa cinta pertama akan menjadi cinta terakhir. Demi mempertahankan rumah tangganya, ia rela bekerja keras sebagai desainer grafis di perusahaan game ternama, bahkan saat mengandung dan membesarkan anak mereka seorang diri. Sementara itu, suaminya, Jio Vincentzo, justru terus menghindari tanggung jawab hingga pengkhianatan perlahan menghancurkan semua janji yang pernah mereka bangun bersama. Di saat hidupnya terasa berada di titik paling gelap, sahabat lamanya, Lorenzo Barisma Nemadha, kembali berdiri di sisinya. Bukan sebagai penyelamat yang menghapus semua luka dalam sekejap, melainkan seseorang yang memilih tetap tinggal, membantu Aysen bangkit sedikit demi sedikit, dan membuktikan bahwa keluarga bukan hanya tentang ikatan darah, tetapi juga tentang orang yang memilih untuk saling menjaga hingga hari esok.
All Rights Reserved
#691
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • Auto Save!
  • Harsa Untuk Sagara
  • Siapa Yang Mau Mengalah?! (Double Uke, Double Hamil, Double Seme)
  • Ganteng-Ganteng Sangean (BL)
  • Salah Pelet (Tamat)
  • Beralih
  • Bucinologi: Level Cinta Pretty K (On Going) BL [Karsa-Daniel]
  • Meluruh.
  • he or  she bxb

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines