We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Anima Amata

Anima Amata

  • WpView
    Reads 1,811
  • WpVote
    Votes 307
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Destined Love
First Love
Enemies to Lovers
"Tidak semua bunga tumbuh dengan cara yang sama, ada yang mekar lebih lambat, tetapi keindahannya mampu membuat siapapun jatuh cinta" Amore Senjaniaka adalah putri bungsu dari keluarga terpandang berdarah Italia dan Indonesia. Dibesarkan oleh ayah dan empat kakak laki-laki yang sangat mencintainya setelah sang ibu meninggal saat melahirkannya, Amore tumbuh menjadi gadis yang cantik, manis, dan berhati polos. Di usianya yang menginjak enam belas tahun, Amore baru memasuki SMA. Karena memiliki keterlambatan dalam tumbuh kembang, sikapnya sering dianggap seperti anak kecil hingga menjadi sasaran perundungan. Di tengah semua itu, ia merasakan cinta pertamanya kepada seorang laki-laki yang justru sering bersikap kasar kepadanya. Akankah ketulusan Amore mampu bertahan di dunia yang tak selalu memperlakukannya dengan baik?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • love in silence
  • Shine On Us : The Power Struggle
  • BLACKHOUND
  • STAY LONGER SISSY
  • Diantara aksi dan cinta
  • The Verdict's Bride (on going)
  • Malapraktik Hati
  • I Fell First, You Fell Later
  • COMPLICATED [ END ]
  • Posesif (fatzar)

Freya Alexandra Windson, 18 tahun. Putri dari Raymond Windson, seorang mualaf kaya raya yang hidupnya dipenuhi aturan. Sejak ibunya meninggal saat Freya berusia delapan tahun, rumah itu tak pernah lagi terasa utuh. Kehadiran Rasti, ibu tirinya yang lembut dan taat, justru menumbuhkan luka baru bagi Freya. Apalagi setelah lahir Andrew, adik tirinya yang berusia sepuluh tahun-membuat Freya merasa posisinya perlahan tergantikan. Freya membenci Rasti. Bukan karena perempuan itu jahat, melainkan karena ia hadir di tempat yang seharusnya hanya milik mamanya. Untuk mendapatkan kembali perhatian sang ayah, Freya mulai mencari masalah di sekolah. Ia berbuat onar, melanggar aturan, dan sengaja menantang batas. Namun semua itu tak pernah benar-benar mengisi kekosongan di dadanya. Setelah lulus, Freya memilih pelarian yang lebih jauh: clubbing, kebebasan semu, dan malam tanpa arah. Keputusan itu menjadi titik terendah yang membuat Raymond akhirnya menyerah pada caranya sendiri. Dengan kepala pening dan hati yang lelah, Raymond mengambil keputusan paling berat: mengirim Freya ke kampung untuk memperdalam agama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines