We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Perpustakaan, Tiga manusia, Satu bebek

Perpustakaan, Tiga manusia, Satu bebek

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
War and Military
Tagscomedy
Perpustakaan Kota Harapan seharusnya menjadi tempat paling tenang di dunia. Tempat orang-orang membaca dengan khusyuk dan membalik halaman buku dengan hati-hati. Tapi itu semua mustahil terwujud selama tiga manusia-dan satu benda mati-ini yang berjaga. Ada Pak Deden (52 tahun), satpam super sabar (kayaknya). Lalu ada Bagas (19 tahun), pustakawan bertubuh mungil yang punya nama sekekar kuli. Anak yang penurut. Dan pemicu semua kekacauan ini: Laras (21 tahun). Pustakawati yang hobi asbun, gak bisa diam, dan ke mana-mana selalu mendekap Budi-seekor bebek karet kuning yang dia rawat layaknya anak kandung sendiri. Jangan coba-coba menghina Budi kalau tidak mau dicoret dari daftar keanggotaan perpustakaan seumur hidup. Sebuah cerita komedi ringan tentang tempat kerja yang tenang, tapi diisi oleh orang-orang yang agak kurang tenang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • Stuck Between The Pags
  • Side Character Syndrome
  • Ervan Carolline
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • Hello, Mr. Mafia!
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • The Last Antagonis
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines