DISCLAIMER : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan alur cerita, itu murni hanya kebetulan semata.
Nadira sudah menyiapkan diri untuk ditolak.
Yang tidak pernah ia siapkan adalah... diterima.
Berawal dari sebuah pengakuan cinta yang canggung, Nadira dan Dodi menjalani hubungan yang perlahan tumbuh di antara lorong kampus, perjalanan Bandung-Jakarta, naskah-naskah yang belum selesai, dan mimpi yang terus berubah.
Mereka saling mencintai.
Mereka saling mendukung.
Lalu mengapa, bertahun-tahun kemudian, Nadira mulai mempertanyakan satu hal yang paling sederhana:
Apakah cinta selalu berarti harus berjalan ke arah yang sama?
Sebuah kisah tentang cinta pertama, mimpi, dan pilihan-pilihan yang tidak pernah diajarkan oleh siapa pun.
All Rights Reserved