Chainoir : World of Noir Artifact

Chainoir : World of Noir Artifact

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Fairy Tales and Mythology
Dark Fantasy
Mythical Creatures
Dunia sedang di titik terendah, 95% wilayah bumi menjadi tidak aman karena ulah makhluk (Chimera). Kita, akan mengikuti perjalanan seorang pemuda bernama "Kafka" yang hidupnya berubah drastis setelah ia memegang suatu katana.
All Rights Reserved
#597
petualangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines