Sang petarung yang menemukan air diatas sahara. Jafrar. Bukanlah nama yang lahir dari keluarga terhormat bukan pula raga yang berperasaan dan bukan juga manusia yang tumbuh untuk cita cita mulia. Melainkan nama yang tumbuh dengan berlumuran darah yang dimana pelatuk pistol menjadi irama musik kesehariannya. Jafrar sang Pertarung yang tumbuh untuk membunuh, yang terus hidup untuk setiap dosa dari perbuatannya. Hidupnya hanya prihal Amarah dan Tangisan permohonan untuk memberikan hidup yang lebih lama. yang tak berperasaan juga haus akan kemenangan. Hingga suatu ketika keberanian dari seseorang yang tak disangka sangka mampu memporak-porandakan atma hancur nan keras riuh tak berteman itu. Tiga kali senyuman dari sang ranum pemilik raga bernama Astera, tiga kali pula dirinya terpaku kaku seakan tenggelam kedasar lautan yang paling dalam. Astera, pemilik air diatas sahara yang akan merubah jalan penuh darah, mengalirkan airnya dan menghapus kekeringan yang berkepanjangan.
Più dettagli