"Kau kehidupanku, meski kau tak tahu ada aku di hidupmu."
terinspirasi dari lirik lagu C. H. R. I. S. Y. E
_________________________________________
Tiga tahun. Tiga tahun mereka berjalan di lorong yang sama, duduk di ruang kelas yang sama, bernapas di udara sekolah yang sama. Bagi seluruh sekolah, Astra adalah bintang yang bersinar terang- pintar, ramah, tempat semua orang ingin mendekat. Bagi Astra, nama Langit hanyalah salah satu dari sekian nama teman seangkatan.
Namun bagi Langit? Astra adalah seluruh alasan ia tersenyum, seluruh alasan jantungnya berdetak lebih cepat.
Ia selalu ada di sana: meminjamkan catatan yang tak pernah ia akui miliknya, menyiapkan obat saat Astra terluka lalu pergi sebelum disapa, memastikan semua kebutuhan Astra terpenuhi tanpa menanti ucapan terima kasih. Ia tidak mengejar, tidak berharap dimiliki. Cukup baginya melihat Astra bahagia, meski ia sendiri hanya bayangan yang selalu berdiri di baris paling belakang.
Namun benarkah Astra benar-benar tak tahu? Atau mereka berdua hanya sama-sama terlalu takut, untuk bertanya apakah perasaan itu benar-benar ada?
All Rights Reserved