Ruang Tanpa Suara

Ruang Tanpa Suara

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 26, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Romance
Highschool
Konon, rumah adalah tempat paling aman untuk pulang. Tempat di mana tawa bergema dan nama disebut dengan lembut. Namun, bagi Wilona Chairunisa, 16 tahun, rumah justru menjadi ruang yang paling sunyi. Sebagai anak tengah dalam keluarga yang riuh, ia terbiasa menjadi bayangan. Sang kakak, Yasmine, terlalu cemerlang dengan segudang prestasinya. Sang adik, Raihan, terlalu disayang dengan segala permintaannya. Sementara Wilona, ia hanya... ada. Seperti vas bunga di sudut ruang tamu. Kehadirannya tak pernah dicari, dan ketiadaannya tak pernah disadari. Di meja makan yang ramai, ia duduk di kursi paling ujung. Demam 39 derajat yang ia derita pagi itu tidak lebih keras dari suara sendoknya yang menyentuh piring dingin. "Nak... eh, kamu." Panggilan itulah yang paling sering ia dengar dari ibunya. Segala keterasingan itu mulai retak ketika Wilona tanpa sengaja masuk ke dalam klub teater sekolah. Di balik panggung yang gelap dan berdebu, ia bertemu Kean. Seorang pemuda pendiam yang tidak menanyakan mengapa ia menangis. Kean hanya memberinya ruang. "Jika di rumahmu tidak ada yang mau mendengar," ucapnya suatu malam, "bersuaralah di sini. Aku mendengarkan." Melalui latihan monolog, sorotan lampu panggung, dan keheningan yang dipahami Kean, Wilona perlahan belajar satu hal: bahwa suaranya berhak didengar. Di tengah proses penyembuhan dari luka bernama 'tidak dianggap', benih rasa yang tidak ia duga pun tumbuh. Namun, keberanian untuk bersuara selalu punya harga. Kini, Wilona dihadapkan pada pilihan yang paling menakutkan dalam hidupnya: tetap diam demi mempertahankan kedamaian semu di rumah, atau meruntuhkan dinding ruang sunyi itu, demi dirinya sendiri... dan demi satu-satunya orang yang percaya bahwa ia ada. DILARANG KERAS MEMPLAGIAT CERITA! BUKAN LAPAK B×B/G×G Baca yang normal-normal aja dan jangan menyampah jika menurut anda tidak sesuai dengan kriteria. Jangan lupa vote! satu vote bisa bikin lebih berharga bagi author! start:08 Juli 2026 end:-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • ELION (bl)
  • Ritual Rasa
  • Trouble Maker[END]
  • Luk Telu Belas
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • "Liburan" Bonus Suami
  • PROYEK SATU TAHUN
  • The Pinky Boy

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines